Mengenal "Duo Trans" dari Sisi Sang Penulis

Duo Trans (sebut aja Trans TV & Trans7), mungkin diantara kamu sudah tidak asing (kecuali zona yang isinya MUX TVRI doang). Dulu dianggap TV daerah Jakarta, lalu mulai perluasan siaran, kemudian sukses berkat Wishnutama (sebenarnya bukan hanya dia yang bisa mensukseskan duo Trans), sampai berkembang secara gak teratur alias "bagus acaranya doang, taunya isi siaran lokal & transmisinya ancur lebur".


Cuma pemanis doang. Sumber gambar: cuplikan layar pribadi.

Baik, aku akan membagikan sebuah fakta-fakta yang ada, beserta opini dariku.

Awal Ditemukannya Duo Trans


Suatu hari, di rumahku yang saat itu masih memakai parabola pinjaman tetangga sebelah, secara gak sengaja ketemu saluran Trans TV. Iya, Trans TV doang, Trans7 baru aku tahu saat munculin promo HUT ke-17 Trans Media. Setelah penemuan itu, di mana-mana terkadang ketemu duo Trans, di rumah Iwak (orang Jawa jangan kaget, aku bukan mau nyebutin ikan) di Badung, Bali yang masih pakai TV kabel ada (walaupun cuma nonton bekas tayangan sebelumnya), di warung kecil ada (yang masih pakai TV tabung), di rumah Ajik Putu di Denpasar yang juga masih pakai TV kabel juga ada, yang penting selalu ada.

Yang paling menarik, ada saatnya saat nonton tiba-tiba diacak. Saat aku menonton "Katakan Putus" (Trans TV), ditengah acara tiba-tiba malah diacak ke saluran Jawa Pos TV (feed Jakarta) yang saat itu sedang menayangkan sepak bola (akhirnya Jawa pos TV ditemukan, deh). Sebentar aja, kemudian balik lagi ke saluran Trans TV (masih dalam penayangan "Katakan Putus"). 

Aku juga dapat nonton HUT Trans Media untuk pertama kalinya, walaupun aku bingung karena ada tabrakan dengan acara semacam "drama gong" dari Bali TV di tanggal 15 Desember (sebagai informasi, penayangan HUT ke-17 Trans Media tayang jam 18:30 WIB [19:30 WITA] sedangkan acara semacam "drama gong" Bali TV tayang jam 19:00 WITA [18:00 WIB]). Walaupun aku sempat nonton HUT ke-17 Trans Media yang tayang 3 hari 3 malam, tapi sayangnya aku nonton gak sampai akhir acara, mengingat saat itu aku masih berusia 8 tahun & itupun harus tidur.

Ketagihan Nonton HUT Trans Media, Akhirnya Pengen Nonton HUT Trans Media Tahun Berikutnya


Oleh karena itu, aku kembali nonton HUT Trans Media yang 2 dekade/dasawarsa (20 tahun) melalui YouTube dengan membeli WI-FI & menumpang di sebuah tempat yang WI-FI-nya kuat, walaupun harus dihadapkan dengan gigitan nyamuk. Kenapa bisa begitu? Karena pada saat itu, TV di rumahku rusak.

Selanjutnya, baru bisa menonton HUT Trans Media lewat televisi lengkap dengan Set Top Box. Mulai dari HUT Trans Media "21 in One" (2022), "Power Up" (2023), & "Semangat Baru" (2024), semua aku nonton sampai habis. Untuk edisi 2022 & 2023, Trans TV menjadi feed utama, dilaksanakan di Trans Studio Mall Cibubur, sehari aja, & bayar. Sedangkan, untuk edisi 2024, Trans7 jadi feed utama, diselenggarakan di Istora Senayan, 2 hari (karena tayangnya saat akhir pekan), & gratis, asalkan kalau pakai aplikasi dari Bank Mandiri (Livin by Mandiri) (khusus untuk seseorang yang berusia di bawah 17 tahun tapi di atas 12 tahun, cukup menunjukkan kartu identitas).

Ada Allo Bank Festival yang Tayang di Duo Trans, Menambah Ketagihan Untuk Menontonnya


Seketika reflek nyanyian Irene saat Surya jilatin Allo Bank:
"Allo Bank, Allo Bank, Allo Bank, Allo Bank...!"

Sejak 2022 (tahulah, tahun peluncuran Allo Bank), aku mulai menontonnya. Ketika di tayangkan di duo Trans, paling cuma kalau ada artis KorSel alias cuma 2 hari (sedangkan Allo Bank Festival digelar 3 hari). Ada satu momen ketika CNN Indonesia & CNBC Indonesia juga ikut menayangkannya, meskipun hanya di hari pertama aja atau di saat Chairul Tanjung meluncurkan Allo Bank.

Selanjutnya, penayangan Allo Bank Festival di duo Trans menjadi rutin, bahkan menjadi yang terpenting dibandingkan yang lain. Lah, maksudnya apa? Ada sebuah kejadian ketika Trans7 memilih menayangkan MotoGP (saat itu seri Italia) secara delay & jamnya yang seharusnya dimulai jam 17:00 WIB (MotoGP + Moto2) menjadi 23:30 WIB (namun kenyataannya penayangannya lebih dari jam itu). Yang lebih mengagetkan lagi, ternyata Trans7 (untuk Allo Bank Festival 2025) malah jadi feed utamanya.


"Sound of Love" dari Weekend Project (Trans7) & "Music of Love" (hanya di kali pertama digelar) dari Trans TV Festival (Trans TV), Menarik Untuk Ditonton


Gila amat sama duo Trans, sampai bikin festival & konser sendiri.

Bulan Oktober tahun 2024, penyelenggaraan perdana Weekend Project dari Trans7 (tayang secara langsung di Trans7 saat udah di bagian "Sound of Love" jam 19:00 WIB [20:00 WITA]). Sedangkan, bulan Februari tahun 2025, penyelenggaraan perdana Trans TV Festival dari Trans TV (tayang secara langsung di Trans TV saat udah di bagian "Music of Love" jam 19:00 WIB [20:00 WITA], walaupun pada akhirnya hanya muncul di pertama kali digelar karena setelahnya tetap nayangin konser tapi tidak menggunakan nama ini). Isi dari festival & konser khas duo Trans gak jauh berbeda, tapi menarik. Bagaimana denganmu?

Tapi soal festival & konser yang diselenggarakan oleh salah satu stasiun televisi, aku masih lebih suka "Karnaval SCTV" aja, sih. Sempat juga aku nonton "Kangen Joget" dari Festival ANTV Rame tahun 2024 (ini yang unik, karena isi dari festival ini sama dengan festivalnya duo Trans).

Duo Trans Kalau Bikin Konser: "Wali, aku mencintaimu!"


Ini gak biasa, tapi baginya sudah terbiasa. Mengapa? Setiap ada konser apapun dari duo Trans (Allo Bank Festival & HUT Trans Media) selalu ada Band Wali (udah gitu lengkap lagi lagu yang beliau nyanyikan, bahkan lagu Islami pun juga dinyanyikan), gak enak, deh.

Mengapa aku mengatakan ini? Coba lihat penayangan HUT ke-60 Harian Kompas yang ditayangkan di Kompas TV, gak ngundang Wali. Atau lihat promo malam puncak HUT ke-2 Garuda TV, gak ngundang Wali juga. Bahkan lihat juga HUT ke-31 ANTV, gak ngundang Wali juga. Aku curiga, jangan-jangan Chairul Tanjung suka banget (bahkan jadi penggemar) sama Wali?

Ciri Khas


Baik, saat membahas ciri khas. Dikala stasiun televisi kebanyakkan lebih melambangkan diri sendiri, duo Trans ada yang nyatu, ada juga yang sendiri-sendiri. Aku mengingatkan bahwa Trans TV & Trans7 itu berbeda, baik secara historis maupun karakteristik, juga mempunyai pengaruh dengan MNC Media (hanya RCTI) & SCM (SCTV & Indosiar).

- Iklan Transmart, Bank Mega, Allo Bank, & lainnya dari CT Corp, berkeliaran di mana-mana.
- Setiap pergantian tahun, ganti desain (promo, teks berjalan, & acara yang sedang ditayangkan & selanjutnya).
- Berita biasa suka relay CNN Indonesia, berita selebriti tayang sendiri.
- Soal iklan Ramadan & acara Ramadan, mereka suka banget (onde mande).
- Sering kali menjadikannya sebagai sasaran penipuan untuk menipu korban (makanya kamu berhati-hati & selalu melaporkan hal itu ke duo Trans).
- Disaat tertentu yang sangat istimewa, tayanglah film.
- Disaat Transinema masih ada, juga menayangkan FTV (seperti pada foto di bagian pembukaan blog ini).
- Khusus Trans7, sepuh MotoGP.
- Khusus Trans7, karena ada pengaruh dari Kompas Gramedia saat masih bernama TV7, penyebutan & munculnya logo Kompas TV seringkali gak disensor.
- Hitung mundur tahun baru seringkali diselingi oleh iklan rokok (biasanya L.A Bold).
- Khusus Trans TV, sejak tahun 2022 sampai saat ini selalu ada jingle di promo acaranya.
- Saking asiknya nayangin acaranya, sampai transmisi pun jarang direspon (paling respon cepatnya saat transmisi 40 UHF di Jabodetabek kena petir, bahkan Ayu Pratiwi di "NTV Toplines" [Nusantara TV] langsung meminta maaf atas kejadian tersebut). Untung di daerahku pada numpang di MUX ANTV.
- Siaran lokalnya selalu gak terurus, terutama pada "Pesona" (Trans TV) & "Warna" (Trans7) yang malah jadi timpalan acara bekasnya.
- Tukang jilat brand dari CT Corp.
- Kalau logonya pindah ke kiri atas layar, auranya MNC Media banget.

Sekian dari blog ketiga ini. Sampai jumpa di blog lainnya!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Nusantara TV & Garuda TV, Berbeda Namun Ada Kesamaan