Nusantara TV & Garuda TV, Berbeda Namun Ada Kesamaan
Mungkin kamu bingung, mengapa aku membicarakan dua stasiun televisi ini? Kenapa gak sekalian bahas stasiun televisi terkenal kayak RCTI & SCTV? Karena, dua stasiun televisi tersebut aku temukan secara tidak sengaja sekali seumur hidup yang malah makin berkembang.
Nusantara TV
Nusantara TV, stasiun televisi milik NT (Nurdin Tampubolon) Corporation ini menetapkan siaran resminya pada tanggal 10 November 2015. Aku menemukannya pada antara tahun 2016, saat aku menonton TV LED (sebelum dijual karena kakakku ingin rokok) di kamar kakakku di kos mirip rumah. Saat itu, logo Nusantara TV masih berwarna biru terang sebelum menjadi biru gelap pada tahun 2019. Saat pertama kali aku temukan, aku mengiranya stasiun televisi ini sebagai "TV Magic" karena aku mengiranya hanya muncul di TV LED, padahal TV LED tersebut sudah digital.
Menurut yang aku baca di Wikipedia, Nusantara TV kini bersiaran tetap di 7 zona (2 diantaranya memenangkan tender dalam penyelenggaraan MUX), yaitu Jabodetabek (pusat stasiun televisi ini), JaBar-1, SumUt-1, KepRi-1, Lampung-1, Bali, & Yogyakarta—Solo. Sisanya (termasuk beberapa daerah yang dulunya pernah uji coba, namun kemudian berakhir menghilang) bersiaran melalui Magna Channel. Di Lampung-1 & Bali, ada juga 3 stasiun televisi yang masih di bawah naungannya, yaitu Gold TV, Harum TV, & Bhinneka TV. Sayangnya, ketiga stasiun televisi ini gak ada gunanya, statusnya kayak Magna Channel & BN Channel. Bahkan ketika kali pertama aku mencari saluran televisi, Bhinneka TV gak muncul sama sekali. Sedangkan Gold TV & Harum TV ada, namun bagi kamu yang baru aja cari saluran televisi, tentu memang gak ada.
Garuda TV
Garuda TV, stasiun televisi milik presiden yang suka banget dengan angka 8, Prabowo Subianto (melalui Digital Garudayaksa Media Nusantara) menetapkan siaran resmi pada tanggal 5 Agustus 2023. Tapi kocaknya, ulang tahunnya yang ke-2 malah dibikin tanggal cantik, yaitu 8 Agustus. Aku menemukannya pada tahun 2020, saat aku menonton TV satelit di rumah orang (lihat di artikel "Malam Tahun Baru yang Bikin Gawat"). Sebenarnya, tontonan yang aku nonton di TV satelit adalah Metro TV. Lama-kelamaan, ibuku otak-atik remot ke saluran yang lain (kayak keliling saluran televisi gitu), belum lagi cuma ditonton sebentar aja karena udah rusak, tua, & butuh istirahat. Tiba pada saatnya aku menemukannya pada saat namanya masih Digdaya TV. Acaranya yang aku tonton yaitu acara lagu K-Pop, kemudian "Saluran 8 Malam" (saat itu aku kira "Lipuran 8"), lalu acara lifetime gitu. Tapi kini, stasiun televisi ini condong memberitakan ke kinerja baik pemiliknya. Secara politis, Garuda TV adalah rekannya Sin Po TV karena sama-sama dalam Partai Gerindra.
Bumper/iklan HUT ke-2 Garuda TV. Terlihat tanggal ulang tahunnya adalah tanggal cantik (08/08), bukan tanggal resminya (05/08).
Bonus: Perayaan malam puncak HUT Garuda TV. Terlihat 12 tokoh
Menurut yang aku baca di Wikipedia, sebenarnya aku gak bisa menyebutkan sebanyak-banyaknya jangkauan siarannya, karena penyebarannya udah mantap banget ketimbang sesama stasiun televisi digital (walaupun ada yang bersiaran di Magna Channel [seperti di Lampung-1] & BN Channel [satu-satunya] di SulSel-1). Sejak tahun 2025, Astha hadir sebagai bagian dari Garuda TV. Cuma agak aneh dengan Astha, Garuda TV di Jabodetabek (pusat stasiun televisi ini) di MUX Metro TV Jabodetabek 31 UHF, dianya (Astha) di MUX Trans TV Jabodetabek 40 UHF. Ngomong-ngomong, Astha yang aku maksud itu yang Astha (TV), bukan Astha Motor (Honda).
Maksud dari “Berbeda Namun Ada Kesamaan”
Baik, aku akan membahas mengenai ciri khas kedua stasiun televisi ini.
Catatan: Ini menurut pandangan pribadiku. Pandangan setiap orang bisa aja berbeda.
Ciri khas Nusantara TV:
- Sering menutup akhir acara berita dengan sebuah "kata-kata hari ini" (dulunya sampai dibuat dalam bentuk video yang bisa kamu lihat di YouTube [walaupun hanya kata-kata hari ini dari Albert Einstein]).
- Sering membuka awal acara dengan pantun (walaupun hanya beberapa acara berita aja seperti "NTV Morning").
- Kata-kata mutiara dari Nurdin Tampubolon dalam akhir iklan propagandanya:
"Indonesia terlalu luas untuk disederhanakan. Terlalu kaya untuk diabaikan. Wajah baru Nusantara TV, cermin Nusantara, beragam tetapi satu. Dari layar kaca, kami ingin berbicara lebih dekat, lebih jujur, & lebih mencerminkan, siapa kita sebagai bangsa."
Begini wajah beliau saat penyampaian propagandanya.
- Setelah memutar lagu "Indonesia Raya" versi instrumental dengan lirik & setelah penayangan "Kok Bisa Viral" (untuk edisi pukul 15:00 WIB), muncullah lagu karya pemiliknya berjudul "Wawasan Nusantara".
Ciri khas Garuda TV:
- Beritanya kebanyakkan propaganda Prabowo Subianto & kabinetnya, walaupun juga memberitakan layaknya stasiun televisi pada umumnya.
- Setiap momen tertentu di "Laporan 8" (seperti IdulFitri, Hari Anak Nasional, Hari Kebaya Nasional, & lain-lain) selalu menyajikan berita khusus untuk hari tersebut (seperti serba-serbi Hari Anak Nasional yang sampai presenter berdiri untuk menjelaskannya setiap salinda), bahkan sampai mendesain pakaian yang dikenakan presenter (seperti kebaya modern yang dikenakan mbak Sara & mbak Chacha [juga presenter yang lainnya] ketika Hari Kebaya Nasional) & mendesain studionya (seperti menghiasnya dengan ornamen khas IdulFitri saat IdulFitri).
- Di momen tertentu (apalagi sedang mengalami kesalahan teknis), diputarlah lagu berjudul "Meraih Mimpi". Namun di bulan Juni, tiba-tiba malah diputarkan lagu dari Dinda Ghania berjudul "Here's To Us" yang akhirnya terhenti di bulan Juli (tapi tidak dengan Sin Po TV & Berita Nasional TV).
- Muterin lagu "Indonesia Raya" jam 10 pagi (selain jam 6 pagi). Jadi teringat Radio Nuansa Giri (radio lokal asal Buleleng, Bali) walaupun bedanya ada tambahan pembacaan Pancasila.
Kesamaannya? Yep, ada! Yaitu, tulisan "live" yang masih nyantol walaupun udah masuk ke pemutaran video bukan siaran langsung, suka ngaku-ngaku sebagai TV berita padahal acara bukan berita masih banyak, jadwal kadang gak sesuai dengan yang ditayangkan di televisi, beberapa acaranya masuk siaran langsung YouTube (walaupun judulnya ditulis salah satu topiknya, tapi yang ditayangin di YouTube justru semua topik), & pernah tukar tempat untuk wilayah SulSel-1 (Magna Channel ditukar dari Garuda TV ke Nusantara TV, BN Channel ditukar dari Nusantara TV ke Garuda TV). Selain itu, keduanya juga kadang jiplak.
Lah, kenapa jadi "kadang jiplak"? Karena, unsur jiplaknya begini:
- Nusantara TV semenjak Don Bosco Selamun masuk sebagai Presiden Direktur & Direktur Pemberitaan, tampilannya udah kayak menjiplak Metro TV (walaupun gak sepenuhnya).
- Menurut dari komentar di YouTube, Nusantara TV (tentang tema Ramadan tahun 2024) & Garuda TV (tentang desain lower third "Laporan 8" tahun 2025 & "Sport 8" [sekarang sama aja, bedanya cuma ada tambahan kata "Garuda"]) menjiplak elemen-elemen khas Trans7.
Bonus:
Ini "Ekonomi 8" (dulunya "Laporan 8 Ekonomi", walaupun sekarang ini mulai tayang langsung).
Entahlah, tapi persamaannya makin kelihatan:
- Jam & harinya sama (walaupun "Ekonomi 8" tayangnya 2 kali).
- Huruf "M"-nya sampai sama, tuh!
- Dulu durasinya sama (30 menit), namun kini di "Nusantara Ekonomic Updates" udah ada segmen tambahan layaknya CNBC Indonesia sehingga durasinya menjadi sejam.
Demikian blog kedua ini. Udah itu aja.





Komentar
itu yg pernah kupantau di tv waktu itu (seingatku). kalo tahun 2025 tema Ramadan NTV kalo gak salah Ramadan Penuh Berkah