Banyak Orang Mengira Media Dibungkam Hanya Gara-Gara Surat Ini

 Aku heran, di medsos manapun banyak yang mengatakan bahwa media di Indonesia dibungkam, sedangkan media luar negeri memberitakan langsung dianggap sebagai "penolong", padahal kita tahu bahwa jika media di negeri sendiri tidak memberitakannya, media dari di luar negeri gak bakalan tahu kecuali kalau ada koresponden dari Indonesia.

Setelah aku telusuri, ternyata mereka menyatakan itu hanya karena surat regional ini.

Surat pernyataan dari KPID DKI Jakarta yang menjadi sumber kemarahan itu.


Pemanggilan kepada dirut terkait. Terlihat ada 24 stasiun televisi (termasuk TVRI) & 13 stasiun radio (termasuk RRI).

Lanjutan pada pemanggilan dirut terkait. Terlihat ada 29 stasiun radio.

Jika ditotalkan, ada 66 stasiun televisi & radio yang ada di Jakarta. Ini menyatakan bahwa surat yang dianggap "pembungkaman media" itu hanya pengumuman regional (KPID DKI Jakarta), bukan KPI Pusat. KPID Bali (tahulah aku tinggal di mana) aja belum ngeluarin surat begituan.

Tapi kenyataannya, gak seperti yang ada di surat, terutama pada stasiun televisi yang dicantumkan itu. Aku tunjukkan sampelnya dari Facebook Dikala Anda Menonton Televisi, yang juga meliput meninggalnya Affan Kurniawan.

Siaran Kompas TV.

Siaran Metro TV.

Siaran tvOne.

Siaran CNN Indonesia. Kebetulan Trans TV & Trans7 sempat relay CNN Indonesia yang masih "Breaking News", bahkan "Update Kehidupan" (Trans7) yang seharusnya tayang justru gak jadi.


Siaran Beritasatu (reborn). Kalau di TV gak ada, coba cek di YouTube, deh!


Catatan: Sebenarnya Garuda TV juga menyiarkan demo ini & pemakaman Affan Kurniawan, hanya saja pengambilan sampelnya di jam yang gak tepat (malah pas penayangan "Otomotime").

Selain itu, ada juga stasiun televisi yang malah gak dicantumkan pada surat itu, yaitu Nusantara TV & MDTV. CNBC Indonesia juga gak dicantumkan, hanya saja aku gak meluruskan hal itu karena targetnya yang beda (berita tapi lebih ke bisnis). Kocaknya, ANTV (yang sekarang gak punya berita semenjak direksi berita & olahraga pusat serta direksi produksi pada bubar), Mentari TV (targetnya anak-anak yang gak mungkin nayangin berita), & Magna Channel (di suratnya malah Magna TV) (isinya ngawur + dicaplok stasiun televisi yang lain) juga dicantumkan.

Untuk stasiun radio, aku gak tahu karena aku di Bali & aku tahunya cuma Radio Nuansa Giri, Radio Citra Bali, & Radio Guntur. Tapi, aku akan menyampaikan menurut yang aku kutip dari Wikipedia.

Berikut stasiun radio yang dicap sebagai radio gelar wicara/berita (beberapa radio ada keterangan tambahan, baik juga sebagai religi Kristen maupun sebagai Hot AC, & lainnya):

- MNC Trijaya FM Jakarta (di suratnya malah "Sindo Trijaya FM").
- MG Radio Jakarta (walaupun isinya cuma siaran Metro TV).
- Radio Elshinta Jakarta.
- Radio Sonora Jakarta.
- Good Radio (walaupun juga ada Hot AC).**
- Pas FM Jakarta (walaupun fokus ke bisnis).*
- Heartline FM (walaupun juga ada religi [Kristen]).**
- Smart FM Jakarta (walaupun fokus ke bisnis).*
- IMI Radio (X Hitz Radio) (di suratnya malah "X"-nya hilang) (walaupun fokus ke otomotif [motor]).*

Catatan:

1. Jika ada stasiun radio yang juga ada berita/gelar wicara selain di atas, itu berasal dari KBR (Kantor Berita Radio).
2. * = Meskipun biasanya berita yang fokus ke suatu topik, kadang bisa aja sempat diberitakan soal demo.
3. ** = Karena terbagi/tercampur dengan yang lain, maka kemungkinan belum bisa menayangkan berita soal demo. Namun, bisa jadi juga beritakan soal demo.

Selain stasiun radio yang aku sebut di atas (kecuali Jak FM, karena masih mungkin), seharusnya tidak dicantumkan karena sepanjang siarannya hanya musik & bahkan "Top 40", dengan keterangan tambahan:

- Trax FM Jakarta (sudah tutup sejak lama).
- Hard Rock FM Jakarta (ganti nama jadi The Rock'in Life FM Jakarta, karena kontak lisensi dengan Hard Rock [perusahaan asal Amerika Serikat] sudah berakhir).
- I-Radio Jakarta (ganti nama jadi I-Swara Jakarta).

Demikian blog ketujuh ini. Jika ada warganet yang mengatakan "media Indonesia dibungkam", kirim artikel ini ke mereka. Sampai jumpa di blog selanjutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengenal "Duo Trans" dari Sisi Sang Penulis

Nusantara TV & Garuda TV, Berbeda Namun Ada Kesamaan