Terlalu Bias! Nominasi & Pemenang Anugerah LSF 2025 Untuk Stasiun Televisi Menyimpang dari Realitanya
Pendahuluan
LSF (Lembaga Sensor Indonesia) menyelenggarakan sebuah acara penganugerahan kepada nominasi terbaik. Kali ini, LSF menayangkan acara ini di Indosiar. Dari hasil yang ditayangkan kemarin (8 November 2025) di Facebook DAMT 4.0, beberapa diantaranya terasa janggal & terlalu bias, terutama untuk stasiun televisi.
Sebelum mengungkapkannya, terlebih dahulu melihat nominasi untuk stasiun televisi yang aku ambil dari Facebook DAMT 4.0, dengan sumber aslinya dari Indosiar.
Dari nominasinya saja sudah bikin bingung. Jika dilihat dari sudut kenyataan, bisa saja yang seharusnya menang adalah sebagai berikut.
Melenceng Jauh
Namun hasil yang dimunculkan di layar Indosiar ini banyak yang melenceng, walaupun ada yang sesuai tapi yang terbelakang. Aku bahas gambarnya baik-baik.
1. Trans TV Memenangkan Kategori "Televisi Peduli Kebudayaan"
Di pandangan kalian, terlihat terlalu bias karena isi acara di Trans TV saat ini kebanyakkan gosip campur video comotan beserta "Bioskop Trans TV". Ya, aku tahu karena acara mendidik di Trans TV yang sangat sedikit itu menghilang begitu saja.
Tapi jika melihat gimana ceritanya LSF menilai ini, ternyata malah dihitung dari sebelumnya, karena saat itu acara di Trans TV yang bersifat kebudayaan cuma "Tanah Air Beta" yang di mana sudah berakhir sejak tahun ini (sempat ada lagi di jam 16:00 WIB, tapi sebentar saja lalu menghilang).
Namun, yang sebenarnya layak untuk menerima penghargaan ini justru TVRI. Trans7 juga seharusnya, cuma sama aja dengan Trans TV karena acara kebudayaannya cuma tiga ("Jejak Petualang", "Jejak Si Gundul", & "Emah Bikin Enak").
2. ANTV Memenangkan Kategori "Televisi Peduli Sensor Terbaik"
Aku kaget sedikit. Kalian juga kaget. Gimana ceritanya LSF menobatkan ANTV di kategori ini?
Ternyata ada di disclaimer sebelum tayang yang selalu ada setiap ingin menonton serial di ANTV. Yang sering nonton ANTV pasti tahu. Tapi masalahnya cuma di serial aja, di film & acara buatan pihak ketiga gak ada disclaimer (kecuali "Petualangan Superblox" yang isinya cuma gamer main Roblox). Kemudian, sensor di ANTV mirip-mirip Trans TV, yang di mana cuma modal blur, dihitamputihkan, & dipotong adegannya, tapi lebih kasar bahkan mengganggu mata penonton. Mungkin yang nilai pada keasikan nonton serial India di ANTV.
Penobatan seperti ini menurutku sah-sah aja, tapi yang seharusnya menang justru dari Trans TV karena sensornya lebih halus bahkan sampai ke takarirnya.
3. Indosiar Memenangkan Kategori "Televisi Sensor Mandiri Terbaik"
Yep, kategori ini dimenangkan oleh tuan rumahnya sendiri. Kebanyakkan juga dipandang sebagai hal yang terlalu bias.
Penobatan untuk kategori ini ada pro & kontra. Bisa pro, karena ketika menayangkan film di blok "Mega Film Asia", sensornya lebih lembut & tayangnya tengah malam (walaupun seringkali tertimpa siaran lokal). Bisa juga kontra, karena jika kita lihat sinetron pihak ketiga yang tayang di Indosiar yang jelas gak cocok untuk mendapatkan penghargaan ini.
Sama seperti nomor 2, penobatan ini sah-sah aja walaupun gak nyambung. Tapi yang seharusnya menang justru Trans TV. ANTV sebenarnya juga bisa, seperti alasanku pada nomor 2.
4. GTV Memenangkan Kategori "Televisi Peduli Pendidikan"
Ini yang paling heran & benar-benar bias! Gimana ceritanya GTV menang di kategori ini padahal acara pendidikannya aja dikit atau bahkan gak ada? Jika ada unsur pendidikan, di mana letaknya? Apakah "Spongebob Squarepants", "Paw Patrol", "Cocomelon", atau "Shaun The Sheep"?
Tapi jika diingat-ingat dari penghargaan ramah anak 2025 (yang sempat kaget karena acara "Abraham" menang dalam kategori acara dokumenter) dari KPI, salah satu acaranya GTV ("Dunia Hand Made") menang di penghargaan tersebut.
Tapi masalahnya, itu cuma satu doang yang mendidik. Masa karena satu acara doang langsung menang? Ya jelas gak adil, dong!
Intinya yang seharusnya menang ialah TVRI & Trans7 (walaupun cuma "Si Bolang: Bocah Petualang").





Komentar