Acara TV dibuat AI, Keren Atau Rugi?
"Acara AI banyak tingkah"
Trans7 mengklaim, ini adalah acara TV pertama di Indonesia yang menggunakan AI. Walaupun begitu, sebenarnya ada yang lebih dulu menggunakan AI dalam membuat acara TV, yaitu "Tabir Cerita" dari Shandiego yang tayang di Moji & "Kisah Raja Jawa" di RTV. Tapi, apakah hanya Indonesia saja yang ada acaranya dibuat pakai AI?
Sebenarnya, belum diketahui apakah ada stasiun TV di luar Indonesia yang memakai AI. Tapi, dalam balik layar, ada yang ide-ide acara TV yang dibuat AI. Sebut aja ITV (stasiun TV asal Britania Raya). Sedangkan di media OTT, Netflix pun juga punya acara TV yang dibuat AI.
Lalu, gimana caranya AI buat acara TV? Ternyata, ada situs yang nyediain pembuatan acara TV (sekaligus film) yang menggunakan AI, yaitu "Focal".
Selain Focal, masih ada situs lain dengan fitur serupa, namun belum ditemukan selain Focal.
Namun, mengapa Trans7 tiba-tiba kepikiran buat acara TV dari AI? Kalau dilihat di balik layar, ada kabar mengejutkan bahwa Andi Chairil (Direktur Produksi Trans7) mengundurkan diri setelah 12 tahun berlayar di Trans7.
Dibalik keunggulan AI masuk penyiaran (apalagi acara buatan AI), ada sisi yang bisa dianggap "tumpul ke atas, tajam ke bawah", yaitu:
Tumpul ke atas:
1. Mempermudah ilustrasi kejadian.
Tajam ke bawah:
1. Terkesan gak kreatif.
2. PHK.
3. Berujung bankrut (jika kebanyakkan).
4. Berisiko melanggar hak cipta.
Jadi, apakah boleh pakai AI dalam pertelevisian?
Sebenarnya gak masalah pakai AI kalau cuma membuat ilustrasi, seperti yang terlihat di "Ada Apa Dengan Dunia" (MDTV) yang cuma gambar doang tapi dikasih sumber atau di "LOL" (Nusantara TV) pakai AI dalam bentuk video cuma menggambarkan bla bla bla tapi masih dalam batas wajar (jarang malah).
Yang penting bolehnya:
1. Cuma menggambarkan ilustrasi, entah dengan tujuan bla bla bla.
Yang gak boleh karena merusak citra:
1. Seluruh tanda kreatif (acara TV/Radio, lagu pengiring/jingle, karya gambar/video, pengisi suara, dll) tercampur AI.
2. Menggunakan AI demi menghemat biaya.
3. Menggunakan AI sebagai pengganti manusia.
4. Presenter diganti AI (takut ada kesalahpahaman/manipulasi informasi).
Yang penting hanya ilustrasi, selain itu gak diperbolehkan. Penonton akan tertarik pasti karena bukan hasil karyanya, melainkan perpaduan antara audio, visual, & kinestetik (gerakan) dengan sentuhan manusia. Jika ada orang yang mendukung acara AI, mohon maaf, itu bukan ciri khas manusia.
Demikianlah blog ke-12 ini. Dah!



Komentar